Jumat, 20 Oktober 2017

WORKSHOP DAUR ULANG PALET : Sarana Penumbuhan Jiwa Wirausaha Muda Generasi 10

Oleh : Fitria Nur Madia



Jumlah pengangguran di Indonesia hanya berkurang sebesar 10.000 orang dari Februari 2016. Menurut Badan Pusat Statistik, saat ini jumlah pengangguran di Indonesia mencapai angka 7,01 juta jiwa. Fenomena ini ditangkap oleh Arif, ketua Karang Taruna RW 10 Manukan Kulon - Tandes, Surabaya. Arif yang lebih akrab disapa Mas Ayik menyadari pentingnya pengelolaan sumber daya pemuda agar jumlah pengangguran di Indonesia tidak semakin meningkat. Oleh karena itu, melalui Kartar RW 10, Mas Ayik membentuk suatu program pelatihan kewirausahaan yaitu Workshop Daur Ulang Palet - Kayu.
Workshop Daur Ulang Palet Kayu ini bertujuan untuk mengelola sumber daya manusia dan melatih jiwa kewirausahan pemuda RW 10 (yang biasa disebut generasi 10). Selain itu, workshop ini juga merupakan salah satu program cinta lingkungan yaitu pemanfaatan limbah palet kayu. Workshop ini telah berlangsung dari awal tahun ini. Hingga saat ini, terhitung sudah belasan pemuda yang dibina dalam workshop daur ulang palet kayu.
Proses pembuatan bangku menggunakan palet
Bahan baku utama didapatkan dari limbah industri di sekitar wilayah Tandes yaitu Margomulyo. Dari palet kayu yang tak terpakai ini, para pemuda generasi 10 dapat menghasilkan banyak hal kerajinan yang dapat menghasilkan pundi - pundi rupiah serta pengalaman menjadi seorang wirausaha. Mulai dari bangku, kursi, hingga hiasan dinding. Pemuda generasi 10 dibebaskan membuat produk dari palet kayu berdasarkan kreasi mereka masing-masing. Peralatan kayu dipinjamkan oleh salah satu teman Mas Ayik yang juga merupakan pengerajin kayu.

Kita menyadari budaya patriarki yang masih kental di Indonesia menyebabkan tekanan yang besar pada laki-laki. Hal ini juga dirasakan oleh Mas Ayik. “Besok-besok itu, Mbak. Ketika sudah menikah, tanggung jawab rumah itu adanya di pundak laki-laki. Kalau misalnya laki-laki jiwa kepemimpinan dan kewirausahaannya tidak terasah. Piye nanti rumahnya?” ujar Mas Ayik. Sebab itu, Mas Ayik berharap pemuda generasi 10 dapat memiliki jiwa kepemimpinan dan kewirausahaan yang tinggi. Selain untuk menekan angka pengangguran di wilayah Manukan Kulon, hal ini juga dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Program Karang Taruna RW X, Manukan Kulon ini dapat menjadi contoh untuk komunitas -komunitas masyarakat lainnya. Dengan memanfaatkan sumber daya pemuda di lingkungan sekitar, kita dapat menekan jumlah pengangguran, meningkatkan kesejahteraan, memanfaatkan limbah industri, dan juga menumbuhkan jiwa kewirausahaan masyarakat sekitar.


0 komentar:

Posting Komentar

Langganan: Posting Komentar (Atom)