Oleh : Fitria Nur Madia
Jumlah pengangguran di Indonesia hanya berkurang sebesar
10.000 orang dari Februari 2016. Menurut Badan Pusat Statistik, saat ini jumlah
pengangguran di Indonesia mencapai angka 7,01 juta jiwa. Fenomena ini ditangkap
oleh Arif, ketua Karang Taruna RW 10 Manukan Kulon - Tandes, Surabaya. Arif
yang lebih akrab disapa Mas Ayik menyadari pentingnya pengelolaan sumber daya
pemuda agar jumlah pengangguran di Indonesia tidak semakin meningkat. Oleh
karena itu, melalui Kartar RW 10, Mas Ayik membentuk suatu program pelatihan
kewirausahaan yaitu Workshop Daur Ulang Palet - Kayu.
Workshop Daur Ulang Palet Kayu ini bertujuan untuk
mengelola sumber daya manusia dan melatih jiwa kewirausahan pemuda RW 10 (yang
biasa disebut generasi 10). Selain itu, workshop ini juga merupakan salah satu
program cinta lingkungan yaitu pemanfaatan limbah palet kayu. Workshop ini
telah berlangsung dari awal tahun ini. Hingga saat ini, terhitung sudah belasan
pemuda yang dibina dalam workshop daur ulang palet kayu.
![]() |
| Proses pembuatan bangku menggunakan palet |
Bahan baku utama didapatkan dari limbah industri di
sekitar wilayah Tandes yaitu Margomulyo. Dari palet kayu yang tak terpakai ini,
para pemuda generasi 10 dapat menghasilkan banyak hal kerajinan yang dapat
menghasilkan pundi - pundi rupiah serta pengalaman menjadi seorang wirausaha.
Mulai dari bangku, kursi, hingga hiasan dinding. Pemuda generasi 10 dibebaskan
membuat produk dari palet kayu berdasarkan kreasi mereka masing-masing.
Peralatan kayu dipinjamkan oleh salah satu teman Mas Ayik yang juga merupakan
pengerajin kayu.
Kita menyadari budaya patriarki yang masih kental di
Indonesia menyebabkan tekanan yang besar pada laki-laki. Hal ini juga dirasakan
oleh Mas Ayik. “Besok-besok itu, Mbak. Ketika sudah menikah, tanggung jawab
rumah itu adanya di pundak laki-laki. Kalau misalnya laki-laki jiwa
kepemimpinan dan kewirausahaannya tidak terasah. Piye nanti
rumahnya?” ujar Mas Ayik. Sebab itu, Mas Ayik berharap pemuda generasi 10 dapat
memiliki jiwa kepemimpinan dan kewirausahaan yang tinggi. Selain untuk menekan
angka pengangguran di wilayah Manukan Kulon, hal ini juga dapat meningkatkan
kesejahteraan masyarakat.
Program Karang Taruna RW X, Manukan Kulon ini dapat
menjadi contoh untuk komunitas -komunitas masyarakat lainnya. Dengan
memanfaatkan sumber daya pemuda di lingkungan sekitar, kita dapat menekan
jumlah pengangguran, meningkatkan kesejahteraan, memanfaatkan limbah industri,
dan juga menumbuhkan jiwa kewirausahaan masyarakat sekitar.



0 komentar:
Posting Komentar