Oleh : Fitria Nur Madia
Fenomena pergaulan bebas di lingkungan remaja sedang marak terjadi. Hal ini
pula yang dirasakan oleh Karang Taruna RT 02 RW 10 Manukan Lor, Tandes,
Surabaya. Para pemuda pengurus Karang Taruna RT 02 merasakan kehidupan yang
itu-itu saja. Jadwal ronda dan jaga pos pun hanya diisi kegiatan “nirfaedah”
seperti main kartu, cangkruk, dan
bergosip ria. Bahkan ada pula yang terjerumus ke dalam pergaulan yang salah
hingga menyebabkan perilaku yang salah pula seperti minum-minuman keras hingga
mengonsumsi obat-obatan terlarang. Kejadian ini lah yang menjadi latar belakang
pembentukan GAMAN (Gerakan Anak Muda Anti Narkoba).
GAMAN (yang semula merupakan abriviasi dari Gerakan Arek Manukan)
diinisiasi oleh Om Ridiyanto dan Om Sonny yang pada masa itu merupakan ketua
dan wakil ketua RT 02 RW 10 Manukan Lor. Pada mulanya, GAMAN dibentuk oleh foundernya untuk mengikuti suatu
perlombaan musik patrol. Melalui GAMAN, Om Ridiyanto dan Om Sonny mengajak para
pemuda untuk berkegiatan yang positif. Akhirnya, karena disibukkan oleh
kegiatan GAMAN, para pemuda yang semula kehilangan arah mulai menemukan tujuan
hidup yang lebih positif. Antusiasme pemuda sekitar pun cukup tinggi selepas
kemenangan perdana GAMAN dalam perlombaan musik patrol.
![]() |
| Personil GAMAN beserta delegasi negara lain. |
Prestasi demi prestasi mulai diraih oleh GAMAN. Para pemuda luar Manukan
pun tertarik dengan kumpulan remaja positif ini. Hingga suatu saat, dari sebuah
forum tecetuslah arah baru GAMAN yaitu Gerakan Anak Muda Anti Narkoba. Melalui
GAMAN yang baru ini lah, para pemuda mengembangkan kreatifitasnya dengan lebih
terarah yaitu berkreasi, bersosialisasi, dan bersinergi melawan kenakalan remaja
serta narkoba. Dengan tag line yang
baru yaitu “Berkarya tanpa Narkoba”, GAMAN saat ini telah mengoleksi banyak
penghargaan dari berbagai pihak. Bahkan GAMAN berkesempatan untuk tampil di
Korea Selatan sebagai degelasi Indonesia oleh Dinas Pariwisata Kota Surabaya.
Luar biasa, bukan? Hanya berasal dari kumpulan pemuda Karang Taruna RT
hingga bisa ke Korea Selatan. Gerakan-gerakan positif seperti ini diharapkan
dapat memicu pemuda-pemuda Indonesia khususnya di Surabaya untuk lebih aktif
lagi berkreasi di bidang yang positif. “GAMAN, Berkarya Tanpa Narkoba!”




Narkoba
BalasHapus