Oleh : Fitria Nur Madia
Ramadan sebagai bulan suci penuh berkah bagi umat muslim
menjadi momen yang tepat untuk berkumpul dengan keluarga dan masyarakat sekitar.
Momentum ini dimanfaatkan dengan baik oleh Karang Taruna RW 10 Manukan Kulon,
Tandes untuk menyelenggarakan kegiatan dalam rangka memperingati bulan Ramadan
sekaligus menyelipkan beberapa visi lainnya yaitu salah satunya mengenalkan
kesetaraan gender kepada masyarakat melalui acara Safari Ramadan 1438 Hijriyah.
Safari Ramadan ini terdiri dari beberapa rangkaian acara
mulai dari lomba Tartil Al-Qur’an, lomba Adzan, lomba Musik Patrol, lomba Hijab
Hunt, dan juga pagelaran seni. Masing-masing
perlombaan tersebut diikuti oleh anak-anak dan remaja di lingkungan RW 10. Hal unik
yang dapat kita lihat adalah, ada spesifikasi gender yang menjadi salah satu
persyaratan lomba. Sebagai contoh, lomba adzan hanya boleh diikuti oleh peserta
laki-laki. Oleh karena itu, lomba Tartil Al-Qur’an ditujukan untuk anak
perempuan. Bergitu pula dengan Hijab Hunt dan music patrol. Hijab Hunt dimana
tentunya hanya diikuti oleh muslimah, diimbangi dengan adannya musik patrol
yang dikuasai oleh kaum laki-laki.
Generasi 10 sebagai penyelenggara kegiatan menyadari akan
adanya diferensiasi gender. Namun, mereka beranggapan bahwa kesetaraan gender
bukan berarti setiap hal yang bisa dilakukan oleh satu gender dapat dilakukan
pula oleh gender yang lainnya. Kesetaraan gender dapat diartikan bahwa
masing-masing gender mendapatkan lahan yang setara untuk berkreasi dan
menampilkan bakatnya. Setiap orang istimewa dengan caranya masing-masing. Begitu
pula dengan gender ini.



0 komentar:
Posting Komentar