Jumat, 20 Oktober 2017

Kesetaraan Gender dalam Safari Ramadan 1438 H

Oleh : Fitria Nur Madia

Ramadan sebagai bulan suci penuh berkah bagi umat muslim menjadi momen yang tepat untuk berkumpul dengan keluarga dan masyarakat sekitar. Momentum ini dimanfaatkan dengan baik oleh Karang Taruna RW 10 Manukan Kulon, Tandes untuk menyelenggarakan kegiatan dalam rangka memperingati bulan Ramadan sekaligus menyelipkan beberapa visi lainnya yaitu salah satunya mengenalkan kesetaraan gender kepada masyarakat melalui acara Safari Ramadan 1438 Hijriyah.

Safari Ramadan ini terdiri dari beberapa rangkaian acara mulai dari lomba Tartil Al-Qur’an, lomba Adzan, lomba Musik Patrol, lomba Hijab Hunt, dan juga pagelaran seni.  Masing-masing perlombaan tersebut diikuti oleh anak-anak dan remaja di lingkungan RW 10. Hal unik yang dapat kita lihat adalah, ada spesifikasi gender yang menjadi salah satu persyaratan lomba. Sebagai contoh, lomba adzan hanya boleh diikuti oleh peserta laki-laki. Oleh karena itu, lomba Tartil Al-Qur’an ditujukan untuk anak perempuan. Bergitu pula dengan Hijab Hunt dan music patrol. Hijab Hunt dimana tentunya hanya diikuti oleh muslimah, diimbangi dengan adannya musik patrol yang dikuasai oleh kaum laki-laki.


Generasi 10 sebagai penyelenggara kegiatan menyadari akan adanya diferensiasi gender. Namun, mereka beranggapan bahwa kesetaraan gender bukan berarti setiap hal yang bisa dilakukan oleh satu gender dapat dilakukan pula oleh gender yang lainnya. Kesetaraan gender dapat diartikan bahwa masing-masing gender mendapatkan lahan yang setara untuk berkreasi dan menampilkan bakatnya. Setiap orang istimewa dengan caranya masing-masing. Begitu pula dengan gender ini.

0 komentar:

Posting Komentar

Langganan: Posting Komentar (Atom)